Jumat, 26 Mei 2017

Air Terjun Diwu Panabu, Wawo

Sebelum postingan ini dimuat, kita sudah berwisata ke >>>air terjun tarlawi dan atas saran warga kami diajak ke air terjun yang tidak jauh dari rumah mereka atau tempat kami pakir motor kami, karena penasaran kamipun mengikuti saran tersebut walaupun kondisi kami saat itu sudah sedikit lelah setelah lama bermain di air terjun tarlawi sebelumnya...


           Nama lokasi air terjun tujuan kami ini yang warga disana sering menyebutnya “diwu panabu” untuk sampai ke lokasi ini ada 2 jalur yang bisa kita gunakan, lewat sungai dengan menyusuri jalur sungai mengarah ke hulu, sedangkan jalur yang satunya bisa jalan ke arah bukit (naik gunung), untuk mengetahui jalur mana yang paling bagus untuk dilewati ketika kami datang berikutnya maka kami membagi menjadi 2 kelompok, satu kelompok lewat sungai dan satu lagi naik ke gunung, masing-masing kelompok ada pemandunya yakni bolang (bocah petualang) dari tarlawi...hehe, sekitar kurang lebih 1 jam berjalanan kami sampai hampir bersamaan baik yang dari gunung dan sungai, namun kesimpulan yang didapat jalur sungai adalah jalur terbaik selama debit air sungai masih normal, karena jika air sungai naik sebaiknya urungkan saja niat untuk bermain-main ke air terjun karena mengingat faktor keamanan lebih diutamakan, namun jika ingin mencoba melalui jalur gunung kita bakal benar-benar berjalanan menanjak sehingga membutuhkan tenaga yang ekstra.

Setelah sampai kami langsung bersiap-siap untuk mandi, air terjun di diwu panabu ini benar-benar deras, disini kita bisa mandi dengan aman, karena dasar sungai yang tidak terlalu dalam dan tepian sungai dapat dengan mudah dicapai jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak kita inginkan...hehe

Kolam (diwu) yang tepat berada di bawah air terjunnya membuat keindahannya menjadi 2x lipat :D, apalagi kedalaman hanya sekitar 1 meteran saja bisa buat berenang, melompat dari pinggir dengan aman...penasaran dengan keseruan seperti apa di air terjun ini? Lihat vidio di bawah ini ya...
         

          Walaupun air terjun ini menurut kami aman, namun sebelum berencana untuk datang kesini sebaiknya kita harus melihat cuaca terlebih dahulu, seandainya kemungkinan besar hujan, sebaiknya tunda dulu kepergian, apalagi jika air sungai ini sudah menjadi tidak ramah lagi (banjir) karena faktor keamanan adalah segalanya! 



        Setelah hampir 2 jam kami bermain di air terjun diwu panabu ini, kamipun harus bergegas pulang karena hari mulai sore, dan tidak lupa pula berpamitan dengan warga Desa Tarlawi yang baik hati...yang sudah mengizinkan kami memarkirkan kendaraan kami di halaman rumah mereka, dan juga mengantarkan kami ke air terjun, semoga dilain hari bisa bertemu kembali.

Ditengah perjalanan kami sempatkan juga untuk berhenti sejenak menikmati pemandangan pegunungan yang hijau serta berfoto ria dengan latar tersebut, bagaimana, baguskan latarnya? Hehee...okey sampai disini saja ya postingan trip episode Tarlawi nya, semoga info dari kami bisa bermanfaat buat kalian.                                  
untuk kalian yang ingin bertanya seputar info tentang air terjun ini, bisa tinggalkan komentar di bawah ini ya, dan jangan lupa untuk follow fanpage wisata bima juga untuk update terbaru seputar wisata Bima >>>(klik disini)




Selasa, 23 Mei 2017

Air Terjun Tarlawi, Wawo

       Trip kali ini berlokasi di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima yang terletak di sebelah timur Kota Bima. Jarak antara Kota Bima dan Kecamatan Wawo Kabupaten Bima sekitar 20 s/d 25 km atau menghabiskan waktu perjalanan sekitar 30 menit saja, wawo sejak dulu dikenal sebagai daerah banyak terdapat mata air, mungkin karena kondisi geografis daerah wawo yang dikelilingi bukit dan gunung serta masih terjaganya kelestarian alam serta lingkungan sehingga banyak bermunculan mata air, salah satunya yang paling terkenal sejak dulu yaitu yang terletak di oi Wo'bo atau baca juga >>> kolam wawo, sejak jaman penjajahan belanda kolam tersebut sudah ada hingga sekarangpun masih tetap ada dan digunakan sebagai tempat rekreasi masyarakat Bima pada umumnya. Yap itulah sekilas tentang wawo, semoga akan tetap terjaga dan bahkan bertambah lestari dikemudian hari ya...


        Karena banyaknya sumber mata air di wawo, menjadikan daerah ini kaya akan potensi wisata alamnya seperti tujuan kami ini berlokasi di Desa Tarlawi Kecamatan Wawo Kabupaten Bima disini terdapat sungai dan air terjun yang bagus dan masih alami, lokasi ini dapat di capai dari Kota Bima memakan waktu sekitar 40 menit s/d 1 jam, karena dari jalan raya kita harus memasuki kawasan hutan dan pegunungan dengan medan menanjak dan berliku, untungnya jalanan sudah 100% diaspal sampai ke pemukiman warga, selama perjalanan kita akan banyak disuguhi pemandangan khas dataran tinggi, barisan bukit serta tebing2 besar yang tegak menjulang dan ditambah lagi aliran sungai yang membelah gunung sungguh pemandangan yang indah.

 

       Dari jalan raya tadi sampai ke rumah warga memakan waktu sekitar 20 sampe 30 menit dan dirumah2 warga di desa tarlawi kita bisa menumpang sementara untuk memarkirkan motor kita, untuk kalian yang belum pernah kesini jangan pernah sungkan  untuk meminta pertolongan atau sekedar berbincang dengan masyarakat wawo atau tarlawi pada khususnya, karena mereka akan sangat senang membantu para tamu yang berekreasi ke desa mereka, memang sejak dulu masyarakat wawo sudah terkenal dengan sifatnya yang ramah tamah dan terbuka pada kepada siapapun.


        Dari lokasi penyimpanan motor tadi kita lanjut dengan berjalan kaki hanya sekitar 15 menit saja dan disinilah akhir dari tujuan kita air terjun tarlawi, BTW...nama air terjun tarlawi sebutan bagi kami saja, karena kami tidak tahu nama lokasi ini pernah kami tanyakan kepada anak2 disana, mereka juga tidak tahu nama lokasi air terjun ini, atau memang mungkin saja belum dinamai...hehe, bagi yang tahu bisa meninggalkan komentar di bawah postingan ini ya...
  

       Disini kita bisa melepas lelah dengan sekedar berbaring di bebatuan, sekaligus merasakan sejuknya udara pegunungan, ditambah suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian membuat suasana hati menjadi tenang dan tentram, di lokasi ini ada 2 bagian air terjunnya, ketika kita sampai disini yang pertama kita lihat ada air terjun bagian bawahnya seperti foto diatas, bentuk batuannya seakan tersusun rapi dengan ditambah hiasan tumbuhan liar disisi kanan kirinya, namun kalau kita memanjat ke atas terbing akan kita temukan satu air terjun lagi yang gak kalah bagusnya, seperti foto di bawah ini, bagaimana? Unik bukan...


Air terjun II, bagian atasnya.

       Serunya lagi kami makan jagung rebus yang sudah kami beli saat diperjalanan, sambil mandi di bawah aliran air terjun, hehe...kami semua merasa puas dengan perjalanan ini walaupun debit air terjunnya belum maksimal tidak mengurangi keseruan perjalanan kami. Nah setelah mandi2 kami juga tidak lupa mengisi perut agar gak gampang masuk angin....



        makan nasi bungkus rame-rame bareng teman dalam keadaan basah menjadi pengalaman tak terlupakan, hehe...setelah makan kami lanjutkan dengan berfoto2 dan kembali pulang. sesampainya di parkiran, ada warga  yang datang menghapiri dan memberi saran agar jangan pulang dulu, karena mereka mengajak ke suatu lokasi air terjun yang tidak jauh dari rumah warga, siapa sangka rencana kami yang awalnya hanya untuk ke lokasi air terjun tarlawi ini saja mendadak berubah, wkwkwkw...sebagian teman ada yang masih ragu2 karena ini diluar perencanaan, sebagian lagi dengan antusias bertanya2 tentang air terjun tersebut, akhirnya kami putuskan untuk pergi...walaupun kami sudah mulai lelah dari air terjun sebelumnya...penasaran dengan lokasi air terjun kedua ini tanpa berlama-lama kami lanjut perjalanan, selanjutnya air terjun tarlawi ke II ini tunggu dipostingan berikutnya ya, karena adminnya mulai ngantuk ni, soalnya postingnya malam hari hehe...bersambung...

Sungai Toloweri



Sudah bosan dengan berwisata ke pantai? ingin berpiknik dan lokasinya mudah untuk dijangkau, nah kali ini ada lokasi alternatif buat kalian yang ingin berwisata namun tidak mau jauh-jauh dari Kota (Bima) hehe, selain lokasinya yang dekat dan juga akses jalannya sudah sangat bagus alias sudah diaspal, menawarkan pemandangan alam yang indah serta ketenangan, jauh dari hiruk pikuk kesibukan hidup di kota, walaupun lokasi wisata ini masih berada di kota tetapi kita berasa seakan di Desa yang asri sejuk dan hijau.


Sungai toloweri, yap itu adalah nama lokasi yang akan kita tuju kali ini, terletak di kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, kita hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Bima...selama diperjalananpun kita tidak akan merasa bosan karena diperjalanan akan ditemani pemandangan khas landscape pedesaan berupa sungai dan persawahan serta bukit-bukit yang hijau dan udara bersih.



Sesampainya di lokasi tepat berada dijembatan toloweri, kita bisa langsung turun menyusuri sungai toloweri ini, banyaknya bebatuan di sungai ini menjadi keunikan tersendiri yang sangat jarang ditemui disungai lainnya di Bima, ada pula beberapa spot yang bagus yang bisa gunakan sebagai latar untuk berfoto-foto seperti dipinggir sungai terdapat tebing yang mejulang dan dihiasi akar tumbuhan yang bergelantungan diatasnya, juga latar persawahan yang berada tepat disisi lain sungai menjadikan tampak begitu asri dan indah. Keadaan sekitar sungai toloweri ini masih sangat alami hampir tidak ditemukan sampah disungai ini, hanya sedikit sampah organik itupun jerami saja, air sungai sangat bersih dan bening mengalir di celah bebatuan yang memang banyak terdapat disini membuat orang yang datang kesini betah berlama-lama berada di dalam air.


Sungai toloweri sudah lama dijadikan tempat wisata oleh masyarakat bima, namun karena lokasinya yang belum begitu banyak yang mempromosikan sehingga tidak banyak yang datang kesini, sehari hari sungai ini digunakan warga sekitar untuk mandi, mencuci pakaian dll, mereka juga tidak membuang sampah sembarangan sehingga sangat jarang kita melihat sisa/sampah dari plastik, melihat dari kebersihan dan keindahan sungai ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat sekitar sangat menjaga kelestarian alam sekitarnya, mungkin karena masyarakat toloweri juga sadar bahwa manusia dan alam saling bergantung satu sama lain dan saling membutuhkan, semoga saja kebiasaan ini tetap bisa dipertahankan ya agar sungai toloweri ini selalu bisa dinikmati oleh generasi ke generasi berikutnya ya...amin

Sabtu, 26 Maret 2016

Pantai So Dau yang tersembunyi


          Apa yang kalian pikirkan setelah melihat foto diatas? Lokasi pantainya? Apa ini di pulau lombok? Atau kalian pikir, ini salah satu pantai di Bali?...jawabannya adalah eeengg ingg enggg...foto diatas adalah foto pantai yang bernama So Dau yang terletak di Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Pasti kalian masih belum percaya kalau pantai ini ada di Bima, yap karena memang pantai ini masih belum sepopuler teman-temannya yang berada di satu kawasan yaitu sape/lambu, pantai ini juga bisa dikatakan masih perawan, sebab jaraknya yang jauh dari pemukiman warga serta masih jarangnya pengunjung yang datang ini ditandai dengan bersihnya lokasi sekitar pantai (hanya sampai alami)
          Saat pertama kami menginjakkan kaki disini kami terpukau dengan garis pantai yang panjang, pasirnya yang putih bersih serta air lautnya yang jernih dan jika kita masuk lebih dalam lagi tepat di sisi dekat tebing akan banyak ditemui terumbu karang yang masih asri terjaga. Uniknya pantai ini adalah area terumbu karang dan pasirnya terpisah, maksudnya di area pasir kita tidak akan bertemu karang atau sejenisnya hanya ada pasir saja jadi sangat aman buat yang takut terluka karena karang, sebaliknya di area karang sangat padat dengan kehidupan laut  dan bebatuan karang, sehingga buat yang suka snorkeling dan bermain2 dengan ikan sangat cocok disini.


          Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini, seperti berjemur, bermain pasir, snorkeling, memancing dan tidak ketinggalan yang hobby foto landscape disini sangat banyak spot untuk diexplor seperti disalah satu spot favorit kami yakni diatas bukit dekat pantai ini dari atas kita bisa mendapatkan sudut lebar yang dapat mencakup seluruh garis pantai dan dari atas juga dapat kita lihat pulau-pulau kecil yang berada disekitar pantai ini, kerenkan!
Nah, bagaimana? Kalian tertarik dengan pantai ini, untuk sampai ke pantai so dau kalian harus menggunakan sepeda motor karena medannya selain rusak juga sempit untuk kendaraan roda 4 (mobil) lewati, setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 2 jam s/d 2,5 jam perjalanan dari kota Bima, jika star dari Sape hanya 1 jam saja, itupun kalau kita tidak beristirahat ditengah perjalanan. Dari arah sape kita berkendara kearah timur sampai dipersimpangan kita ambil jalur ke kanan atau yang ke arah Desa Soro Kecamatan Lambu,  itu artinya kita akan mengarah ke selatan hingga akhirnya belok kiri yang mengarah ke Pantai Papa, disini jalanan masih diaspal namun semakin sempit, jadi kita diharuskan extra hati2 melewatinya karena kita juga harus waspada terhadap kendaraan dari arah berlawanan. Jalanan mulai rusak ketika kita melewati BSM atau penangkaran mutiara dari sini kita hanya mengikuti jalur setapak dan jalur tersebut akan mengarahkan kita ke pantai So Dau, medan yang akan dilewati adalah tanah serta bebatuan ditambah lagi jalanan menanjak serta turunan, cocok sekali buat yang hobby travel adventure menggunakan motor trail, hehe..

selama diperjalanan banyak pemandangan indah yang akan kita temui seperti melewati pantai, pegunungan, ladang sawah dan masih banyak lagi. Karena letak pantai ini jauh dari pemukiman warga, sebaiknya bekal harus dipersiapkan terlebih dahulu dari Sape, terutama bahan bakar kendaraan kita harus terisi penuh sebab tidak akan ada orang yang jual bensin eceran disana.
          Sesaat sebelum memasuki kawasan pantai So Dau medan terakhirnya ialah ladang sawah, disini kalian akan temukan pipa air milik para petani yang airnya nonstop mengalir, kalian bisa mengisi ulang air minum atau memanfaatkan air tersebut untuk digunakan saat dipantai, juga sepulangnya setelah mandi dipantai bisa mandi lagi dari pipa air tersebut. Sedangkan motor  bisa kita dititipkan pada para petani disitu, atau kalau diizinkan untuk melewati persawahannya kita bisa langsung masuk ke pantai dengan motor kita.

       Setelah sampai dipantai jangan lupa ya, jangan membuang sampah sembarangan, dimanapun kalian berada terutama di pantai yang indah dan bersih ini, tentunya sangat disayangkan pantai yang indah ini harus tercemar oleh kita cuma karena malas membersihkan, minimal kita membersihkan sisa-sisa makanan yang kita bawa dengan membawa kembali jauh keluar area pantai atau jika sampah yang mudah terurai bisa dengan cara dibakar...mudah bukan semoga informasi diatas bisa menambah daftar tujuan wisata dan wawasan kalian ya! Untuk melihat fotonya yang lebih lengkap, kalian bisa masuk ke fanpage wisata bima ya, klik disini untuk melihat foto selengkapnya

 Attention : sangat tidak dianjurkan untuk ke pantai ini saat musim penghujan karena dikhawatirkan kendaraan akan terperangkap karena becek, sebagian besar medannya tanah dan jauh dari pemukiman warga.



Selasa, 01 Desember 2015

Mari Membantu Bajopulo

Seperti kita ketahui bersama bencana kebakaran telah menimpa saudara-saudara kita yang berada di Bajopulo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima beberapa waktu yang lalu, sekitar pukul 18.00 rabu sore (25/11) terjadi kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah warga Bajopulo, lokasi rumah warga yang berhadapan langsung dengan laut membuat api dengan cepat merambat ke rumah-rumah lainnya dikarenakan kuatnya angin. Warga sekitar hanya dapat memadamkan api dengan alat seadanya mengingat lokasi Bajopulo yang terpisah dari pulau utama sehingga mobil pemadam tidak bisa ikut membantu.

Belum diketahui secara pasti mengenai pemicu awal terjadinya kebakaran rumah warga ini, namun warga menduga konsleting listrik terjadi di salah satu rumah dan dengan cepat api membakar rumah yang sebagian besar rumah warga disana terbuat dari kayu. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya karena bencana ini beberapa orang warga juga dilaporkan mengalami luka bakar dan langsung diungsikan ke rumah sakit.
Dan pasca kebakaran tersebut bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk korban kebakaran Bajopulo, Bantuan berupa obat-obatan, sembako dan alat-alat yang dibutuhkan oleh korban bencana, seperti tenda pengungsian, peralatan dapur dll. Walaupun untuk akses ke Bajopulo ini kita harus menggunakan perahu motor untuk melewati perairan dari pelabuhan Sape, namun para relawan terus berdatangan bahkan dicuaca yang panas sekalipun, Banyaknya bantuan yang datang membuat para pengendara perahu motor harus bolak balik berkali kali untuk membawa bantuan, ini tentu saja mencerminkan banyaknya masyarakat Bima yang memberikan bantuannya untuk Bajopulo. J
Kamipun tidak mau ketinggalan, walaupun kecil menurut kami lebih baik dari pada tidak sama sekali, bersama teman-teman kami mengumpulkan bantuan berupa pakaian, mie instan dan peralatan sekolah untuk anak  SD seperti buku tulis dan alat tulis (sesuai rekomendasi dari teman2 di lokasi), tidak hanya dalam internal anggota wisata Bima saja ada juga yang menyalurkan bantuannya melalui kami dalam bentuk barang maupun uang. Kemudian bantuan tersebut kami bawa pada hari minggu (29/11) dan  mendarat di bajopulo sekitar pukul 11.00 siang, kami langsung menyerahkan bantuan tersebut kepada posko korban bencana untuk nantinya dibagikan secara merata oleh panitia posko.

Kami juga berkeliling disekitar lokasi kebakaran, disana banyak rumah warga yang benar-benar rata dengan tanah, yang tersisa hanya atap yang terbuat dari seng. Untuk sementara korban tinggal di tenda-tenda pengungsian dan hidup dari bantuan yang ada! semoga saja melalui bantuan yang datang dapat membantu meringankan beban mereka dan secepatnya kembali menjalani hidup seperti sediakala. Amin
#prayforbajopulo #savebajopulo